Monday, October 10, 2016

Ratusan Akun Anonim Menjadi Alat Intelejen



Social media kini menjadi salah satu medan pelatihan bagi intelejen dalam Propaganda yang bersifat provokasi dan agitasi, bahkan menggiring opini ‘bawah sadar’ para penggiat social media
Bermain tataran Issu, propaganda, hingga fitnah sistematis memberi efek test the water ke publik, mengenai situasi dan kondisi politik nasional

Pengamat Intelejen Sofjan Lubis memberikan pendapatnya; Social media kini telah menjadi medan ‘pertempuran’ antar faksi di dalam intelejen itu sendiri, dengan topeng topeng anonim yang banyak bertebaran, memilih sikap dukungan dan antipati untuk menciptakan banyak kubu
Bagaimana suatu issu di olah dan digiring sesuai pesanan melalui ratusan akun akun anonim, peran di social media kini menjadi bagian operasi intelejen, mampu mengendalikan pola pikir masyarakat dengan opini opini yang sudah disiapkan

Perbedaan arah ‘perjuangan’ dari faksi faksi di intelejen, membuat social media menjadi salah satu ajang ‘pertempuran’ saling menjatuhkan dan menaklukan

Dan situasi menuju pemilihan Gubernur dan Presiden saat ini, adalah masa yang tepat untuk terjadinya perang opini antara ratusan akun akun intelejen dengan infiltrasi pemikiran dan aksi penggiringan
Tinggal para penggiat social media kini pandai melihat, apakah saat ini ikut terjebak dan terseret ‘perang’ antara faksi faksi intelejen di social media

Adityawarman @aditnamasaya


EmoticonEmoticon