Monday, February 16, 2015

Google Cerdaskan Knowledge Graph dengan Data Fakta Medis



Knowledge Graph penting peranannya bagi Google karena asisten pribadi digitalnya, Google Now, bergantung pada database platform tersebut dalam menyajikan informasi yang disajikan relevan bagi pengguna. Sayangnya, informasi medis yang disajikan selama ini dianggap masih perlu dibenahi ‘sana-sini’.
Google telah menyadarinya dan tidak lama lagi akan menambahkan berbagai fakta medis melalui platform-nya Knowledge Graph sebagai hasil pencarian untuk membantu pengguna menemukan informasi tentang beragam penyakit secara lebih cepat dan akurat.
Pengguna Google akan dapat melihat fakta medis akurat yang meliputi kurang lebih 400 gejala penyakit  umum, seperti tonsilitis, campak, diabetes, dan gejala penyakit lain. Selain gejala penyakit, informasi yang berkaitan dengan penanganan atau perawatan medis pun akan ditampilkan oleh Google.
Hasil pencarian akan ditampilkan secara informatif dan menyeluruh sebagai bagian dari Google Knowledge Graph. Anda tidak perlu lagi mengklik banyak link untuk mendapatkan akses ke informasi medis. Knowledge Graph yang pertama kali dihadirkan pada tahun 2012 ini dimaksudkan Google untuk memudahkan pengguna mencari informasi tentang segala hal dan menampilkannya secara relevan, berikut data-data lain yang terkait. 
Pengguna tidak perlu lagi direpotkan dengan pencarian informasi dari berbagai link di banyak website dan merangkainya satu per satu. Google Now menjadi salah satu contoh implementasi bagaimana informasi yang relevan bisa disajikan Google bagi pengguna smartphone.
Google menyadari bahwa satu dari dua puluh pemintaan pencarian di search engine-nya berkaitan dengan kesehatan. Ini menunjukkan banyaknya orang yang menggunakan Internet untuk mencari informasi seputar kesehatan/medis.
Agar informasi yang ditampilkan akurat berdasarkan pandangan medis, Google bekerja sama dengan tim dokter (dipimpin oleh Dr. Kapil Parakh, M.D., MPH, Ph.D) dan tim dokter dari Mayo Clinic yang sudah terkenal di dunia medis selama ini.
Meskipun info medis yang lebih akurat akan dipasok dalam database Knowledge Graph, Prem Ramaswami, Product Manager Google, mengingatkan bahwa hasil pencarian ini tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya informasi medis yang menjadi acuan orang. Masih banyak faktor yang bisa mempengaruhi hasil diagnosis seseorang, kasus per kasus pada seseorang tidak selalu sama dan pasti ada pengecualiannya.
Menurut Ramaswami, "Apa yang disajikan lebih diperuntukkan sebagai informasi saja. Anda harus tetap berkonsultasi dengan para profesional di bidang medis (dokter) untuk memastikan apakah Anda memang membutuhkan penanganan medis". Google berharap informasi berbasis Knowledge Graph ini bisa dijadikan sebagai komplemen dalam mengambil keputusan mengenai kondisi medis Anda.

Editor : Kama Adritya


EmoticonEmoticon